Membentuk dan Meningkatkan Tingkat E-readines di Indonesia.

E-readines merupakan kesiapan mental atau fisik suatu organisasi untuk suatu pengalaman atau tindakan e-learning (Priyanto, 2008). Menurut Borotis & Poulymenakou (2004), e-readiness merupakan kesiapan mental atau fisik suatu organisasi untuk suatu pengalaman atau tindakan e-learning. Sedangkan, menurut Choucri dkk. (2003), e-readiness merupakan kemampuan untuk mengejar kesempatan menciptakan suatu nilai dengan difasilitasi oleh penggunaan internet.

Berdasarkan  pengertian E-readines di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa yang dimaksud E-readines adalah pemanfatan teknologi infarmasi dan komunikasi, untuk menciptakan suatu nilai. Penciptaan nilai ini dapat diartikan sebagai e-learning. Indonesia sendiri bisa dikatakan terlambat dalam menjalankan E-readines ini. Hal itu di karenakan minimnya infrastruktur teknologi dan konektivitas. Kondisi geografi Indonesia sendiri sebagai negara kepulaun dan memiliki banyak wilayah pegunungan merupakan salah satu alasan mengapa kita terlambat dalam penyelenggaraan E-readiness. Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan tingkat E-readiness di Indonesia adalah dengan cara meningkatkan Technical Readiness for e-Learning.

Yang termasuk kedalam Technical Readiness for e-Learning adalah Technical Knowledge, Technical Attitudes, Technical Skills, Technical Habits. Technical Knowledge yang harus di tingkatkan adalah pemahaman kita terhadap spesifikasi dan program dalam pelaksanaan e-learning. Kita di haruskan fasih dalam menggunakan perangkat dan skil yang di gunakan dalam proses e-learning. Hal ini dapat diperoleh dengan diadakan seminar dan pelatihan untuk Pendidik sehingga meraka dapat fasih menggunakan teknologi dalam pemebelajaran baik untuk digunakan dirinya sendiri maupun untuk di ajarkan pada siswanya.

Technical Attitudes adalah sikap dan dalam mengunakan teknologi sebagai sistem pembelajaran kita diwajibkan memiliki sikap percaya bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dapat di peroleh dari seiring perjalanan waktu selama proses e-learning.

Baca juga:   Media dan Hukum-hukum Dasar Perkembangan ICT (Information Communication Telecomunication)

Technical Skills adalah kemampuan dalam menggunakan program dari e-learning baik bagi siswa ataupun bagi gurunya. Seperti bagaimana cara mengakses internet, penggunaan fungsi email secara individu. Untuk peningkatan Technical Skills ini pendidik dapat menyipakan missal video tutorial bagi siswanya cara-cara mengunakan program aplikasi e-learning. Seperti bagaimana cara mendaftar akun, memncari materi, mengerjakan tugas dan lain-lain. Perbedaan antara Technical Knowledge dan Technical Skills adalah jika Technical Knowledge menekankan pada pemahaman pada teknologi sedangkan Technical Skills menekankan pada kemampuan dalam menggunakan teknologi.

Hal terkahir yang harus di tingkatkan dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran adalah Technical Habits, yang harus di pahami di sini adalah baik siswa dan pendidik harus menanamkan kebiasaan disiplin. Karena teknologi bersifat kaku pada hal-hal kemanusiawian. Teknologi tidak akan mengerti siswa sedang sibuk atau sakit. Bila tugas harus di kumpulkan pada hari Selasa, maka siswa harus mengumpukan pada hari Selasa. Meski siswa mengirim pada hari Rabu dini hari, sistem akan tetap menolaknya. Sehingga usaha siswa dalam mengerjakan tugas tersebut akan sia-sia. Kebiasaan ini lah yang harus di terapkan pada siswa, disiplin pada waktu disiplin dalam mengerjakan tugas. Kebiasaan setengah-setengah seperti mengumpulkan tugas diluar waktunya harus di singkirkan. Karena hanya akan menyebabkan siswa tertinggal. Baik secara materi maupun nilai. Karena teknologi selalu berjalan pesan dan meninggalkan orang-orang yang tidak mengikuti pace dari teknologi itu.

***

Tugas 1
Rancanglah sebuah strategi untuk membentuk dan meningkatkan tingkat E-readines di Indonesia. Buatlah uraian dalam bentuk paragraf 400 – 500 kata

***

Artikel ini di buat untuk memenuhi tugas  mata kuliah Inovasi Pembelajaran. Bebas di gunakan tanpa izin dari pemilik tulisan. Tapi harap cantumkan link sebagai sumber tulisan.

Baca juga:   Peranan Layanan Jasa Perbaikan Terhadap Perusahaan dalam Perspektif Manajemen Kualitas

original Author: Whisnu Wardhana S

Sincerly,

Mahasiswa UT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *