5 Kunci Parenting yang Sukses

Mahasiswa UT, 5 Kunci Parenting yang Sukses – Kemampuan berpikir kritis dan analitis, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, kreativitas, serta kedisiplinan merupakan fondasi utama kesuksesan. Kabar baiknya, faktor-faktor tersebut bisa mulai ditanamkan dan dikembangkan sejak anak masih belia melalui pola asuh yang tepat.

Sejatinya, tak ada panduan saklek dalam membesarkan anak. Namun, kunci penting dalam parenting berikut ini diketahui membawa dampak positif untuk perkembangan buah hati. Jika diterapkan dengan seksama, sederet parenting hacks berikut bisa mendorong anak untuk mengembangkan potensinya di masa mendatang. Langsung simak inspirasinya di bawah ini, ya!

 

Menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga

Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati. Hal ini bisa dimulai dengan menyediakan makanan yang sehat untuk anak, mengajaknya aktif bergerak, serta menetapkan jam tidur yang teratur.

Tujuannya tak lain untuk membentuk kebiasaan sehat pada anak sehingga ia menerapkan pola hidup sehat ketika dewasa. Sebab, hal ini tak hanya membawa dampak yang baik untuk tubuh, namun, juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

 

Mengajak anak berdiskusi

Kemampuan komunikasi juga menjadi salah satu hal yang tak kalah penting dalam meraih kesuksesan. Untungnya, kebiasaan ini bisa diasah dan dipersiapkan sejak anak masih belia, bahkan sebelum ia mampu mengucapkan sepatah kata. Walau belum bisa berbicara, orangtua bisa tetap mengajaknya berinteraksi dengan intens agar ia lebih cepat belajar.

Seiring waktu, orangtua dapat mengajak anak mengobrol dengan mengangkat topik ringan. Pembahasannya bisa bertambah berat ketika ia memasuki usia remaja dan dewasa. Selain mengembangkan kemampuan komunikasi, hal ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir rasional anak serta membantu mereka menyusun argumentasi yang sistematis.

Baca juga:   Cara Membiasakan Gemar Membaca Sejak Dini untuk Anak

 

Tanamkan self-motivation

Sistem reward biasanya digunakan oleh para orangtua untuk mendorong anak agar terpacu dalam melakukan sesuatu. Sebagai contoh, saat mendapat nilai yang bagus saat ujian, anak akan diberikan mainan kesukaannya.

Cara ini memang membuat anak bersemangat. Tapi, di sisi lain anak akan terbiasa dengan ganjaran instan sehingga kehilangan motivasi ketika ganjarannya dihilangkan. Padahal, kesuksesan di masa depan membutuhkan perjuangan yang disiplin dan konsisten. Kedua hal tersebut umumnya muncul dari dalam diri sendiri, bukan karena motivasi eksternal.

Untuk memungkinkan hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan para orangtua. Salah satunya membangun rutinitas dan mengatur ekspektasi diri. Cara ini membantu anak belajar pentingnya manajemen waktu, kedisiplinan, serta pemahaman bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil.

 

Membiasakan anak mengambil keputusan sendiri

Karena menginginkan yang terbaik untuk anak, tak sedikit orangtua mengambil kendali atas kehidupan anak dan baru memberikan otonomi atau kebebasan dalam memilih ketika usianya menginjak dewasa. Sayangnya, faktor ini berisiko menyebabkan anak kesulitan menjadi mandiri karena terbiasa hidup dengan rencana yang sudah disusun orangtua.

Sebagai gantinya, coba libatkan anak ketika kamu mencoba mengambil keputusan untuknya. Cara ini bisa dimulai dengan hal kecil, seperti membiarkan ia memilih baju yang akan dikenakan atau menentukan menu pilihannya sendiri ketika makan di restoran.

Ketika usianya makin dewasa, orangtua bisa mengajaknya berdiskusi untuk hal-hal yang lebih kritis, misalnya pemilihan sekolah. Diskusikan dengan mempertimbangkan pro dan kontra di tiap pilihan. Gunakan analisis strength, weakness, opportunity, dan threat atau SWOT untuk memudahkan memetakan setiap pilihan yang ada.

 

Biarkan anak mengeksplorasi banyak hal

Anak-anak memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap dunia sekitarnya. Keingintahuan ini nantinya akan menjadi bekal yang mendorong anak mempelajari banyak hal ketika ia dewasa. Dengan demikian, ia menjadi sosok yang cerdas dan memiliki wawasan yang luas.

Baca juga:   Seni Menulis Tangan untuk Balita

Untuk memelihara rasa ingin tahu yang tinggi, biarkan anak bereksplorasi. Faktor ini bisa dilakukan dengan menyediakan ruangan khusus agar anak bisa melakukan eksperimen sederhana, mengajak anak mengunjungi wisata edukatif seperti planetarium atau museum, atau bermain ke alam terbuka.

 

Ada banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan. Namun, pola asuh orangtua memegang peran penting untuk mencapai cita-cita jangka panjang ini. Menanamkan nilai-nilai penting, seperti kedisiplinan, kreativitas, kemandirian, serta berpikir kritis sejak anak masih belia mendorong ia memiliki kualitas diri yang memungkinkannya mencapai potensi maksimal di masa depan adalah kunci untuk paranting yang sukses.

Sumber IDN Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *