7 Tantangan Menjadi Guru SLB, yang Harus Kamu Tahu

Mahasiswa UT – Menjadi bagian yang ikut berperan dalam mendidik anak-anak “istimewa” tentu adalah tugas yang mulia, karena anak berkebutuhan khusus (ABK) tetap punya hak untuk bersekolah seperti anak normal pada umumnya. Kamu bisa mengambil jurusan PLB (Pendidikan Luar Biasa) untuk bisa terjun di dunia mereka yang unik dan penuh tantangan. Berikut 7 Tantangan Menjadi Guru SLB yang perlu kamu tahu kalau punya minat untuk jadi pendidik ABK.

7 Poin yang Harus Dimiliki Guru SLB

1. Telaten melatih anak berkebutuhan khusus dengan segala keterbatasannya

Meski punya kekurangan, bukan berarti ABK gak bisa dilatih untuk punya skill dan kemandirian yang baik lho. Kuncinya adalah telaten. Gelas yang kosong itu pasti isinya bisa bertambah. Seberapa jauh sang guru mampu telaten, sepenuh itulah isi gelas. Tingkat IQ yang berbeda dengan anak normal, memang mengharuskan mereka untuk lebih banyak berlatih.

 

2. Mampu mengenali karakter dan sifat siswa untuk pendekatan terbaik

Jangankan anak berkebutuhan khusus, anak normal pun pasti punya karakteristik yang berbeda. Kondisi ABK baik itu Autis, Tunagrahita, Tunanetra, Tunarungu maupun Tunadaksa tentu punya sifat dan karakter yang lebih kompleks sesuai dengan tingkat yang diderita. Misalnya, metode pendekatan pada anak tunagrahita level tinggi, bakal berbeda dengan model pendekatan pada anak tunagrahita level sedang.

Baca juga:   5 Tips Memilih Laptop untuk Mahasiswa

 

3. Optimis dan yakin kalau dibalik kekurangan anak, ada potensi hebat yang bisa dikembangkan

Seperti Stephanie Handojo, penyandang down syndrome yang mampu berprestasi di cabang olahraga renang tingkat internasional. Dialah bukti kalau kekurangan bukan hambatan untuk meraih mimpi. Setiap orang pasti punya potensi hebat kalau mau digali dan dikembangkan dengan serius. Intinya, menjadi guru SLB itu gak boleh gampang nyerah dan putus asa menghadapi ABK.

 

4. Mampu memilih metode dan media mengajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa

Inilah pentingnya menggali karakter dan tingkat kemampuan anak berkebutuhan khusus, sebab mereka perlu metode pengajaran yang berbeda. Tidak seperti anak normal yang kurikulumnya dipukul rata berdasarkan tingkat kelas, siswa ABK yang tingkat kemampuannya beragam butuh penyampaian materi yang berbeda supaya bisa dipahami. Inilah tantangan setiap pendidik yang berkecimpung di SLB.

5. Selalu up to date terhadap ilmu, terutama life skill untuk bekal siswa

Siswa ABK biasanya lebih dilatih untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Mereka mendapatkan bekal berupa life skill yang diharapkan berguna bagi kemandiriannya di masa depan. Untuk itu, sebagai guru SLB, meng-upgrade ilmu dan informasi terbaru yang menunjang dunia pendidikan sangat dianjurkan.

 

6. Punya tanggung jawab besar terhadap anak SLB yang dititipkan

Mengemban amanah sebagai pendidik siswa ABK yang penuh tantangan, perlu rasa tanggung jawab yang besar. Tanpa rasa tanggung jawab, seringkali guru bersikap acuh dan mudah pesimis menghadapi siswa, hal ini tentu berdampak pada praktek pembelajaran di dalam kelas.

7. Siap menguasai medan dengan level kesabaran 100 persen

Tingkah laku siswa ABK seringkali menguras emosi, misalnya anak penyandang autis yang tiba-tiba suka memukul atau berteriak. Hanya kamu yang punya level kesabaran tingkat tinggi yang bisa bertahan mendampingi mereka. Saat mengajar pertama kali, jangan langsung berharap siswa ABK bakal langsung tunduk dan patuh. Bahkan sebagian kurang bisa menghormati gurunya.

Baca juga:   12 Ide Bisnis di Lingkungan Kampus, Cari Cuan Sepanjang Hari

***

Itulah tantangan jadi guru SLB yang menuntutmu berjiwa besar. Sebelum kamu memilih jurusan PLB, pertimbangkan dengan matang, apakah kamu bisa memiliki ketujuh hal penting di atas?

Sumber: Kenali Dulu Tantangannya, 7 Poin yang Harus Dimiliki Guru SLB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *