Materi Majas: Pengertian dan Contohnya

Mahasiswa UT, Materi Majas: Pengertian dan Contohnya – Majas adalah sebuah teknik penyampaian bahasa yang bertujuan untuk menyajikan pesan secara menarik, menggugah, atau menyentuh perasaan pembaca atau pendengar. Ada banyak jenis majas yang dikenal dalam bahasa Indonesia, seperti majas personifikasi, metafora, hyperbola, dan lain-lain.

Majas sering digunakan dalam puisi, prosa, atau lagu untuk menciptakan efek yang menyentuh perasaan atau menggugah emosi. Namun, perlu diingat bahwa majas tidak selalu harus diterjemahkan secara harfiah ke dalam makna yang sebenarnya, karena tujuannya adalah untuk memberikan efek dramatis atau menggambarkan sesuatu dengan cara yang tidak langsung.

Jenis-jenis Majas

Ada banyak jenis majas yang dikenal dalam bahasa Indonesia, seperti majas personifikasi, metafora, hyperbola, dan lain-lain.

Majas hyperbola

Majas hyperbola adalah sejenis majas yang menggunakan pernyataan berlebihan atau tidak realistis untuk menggambarkan sesuatu dengan sangat kuat atau menekankan sesuatu dengan cara yang ekstrem.

Tujuan dari majas hyperbola adalah untuk menciptakan efek komunikasi yang menyentuh perasaan atau menggugah emosi pembaca atau pendengar.

Contoh Majas hyperbola

Berikut ini beberapa contoh majas hyperbola dan penjelasanya:

  1. “Saya sangat lapar sehingga bisa memakan seekor gajah sekaligus.” (Majas hyperbola ini menggambarkan kelaparan yang sangat ekstrim sehingga orang yang merasa lapar tersebut bisa memakan seekor gajah sekaligus, padahal hal tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.)
  2. “Dia sangat cepat sehingga bisa melintasi samudera hanya dalam beberapa detik.” (Majas hyperbola ini menggambarkan kecepatan yang sangat tinggi sehingga seseorang bisa melintasi samudera hanya dalam beberapa detik, padahal hal tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.)
  3. “Saya sangat lelah sehingga bisa tidur selama 100 tahun.” (Majas hyperbola ini menggambarkan kelelahan yang sangat ekstrim sehingga seseorang bisa tidur selama 100 tahun, padahal hal tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.)
  4. “Dia sangat kaya sehingga bisa membeli seluruh dunia.” (Majas hyperbola ini menggambarkan kekayaan yang sangat besar sehingga seseorang bisa membeli seluruh dunia, padahal hal tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.)
  5. “Saya sangat menyukai makanan ini sehingga bisa makan sepanjang hari.” (Majas hyperbola ini menggambarkan seberapa banyak seseorang menyukai suatu makanan sehingga bisa makan sepanjang hari, padahal hal tersebut tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.)
Baca juga:   Cara Menghafal Perkalian dengan Mudah

Majas Metafora

Majas metafora adalah sejenis majas yang menggunakan perbandingan tidak langsung antara dua hal yang berbeda untuk menciptakan efek komunikasi yang menyentuh perasaan atau menggugah emosi pembaca atau pendengar. Dengan menggunakan majas metafora, seseorang dapat menyajikan ide atau pesan secara lebih menarik dan menggugah.

Baca selengkapnya: Contoh Majas Metafora dan Artinya

Contoh majas metafora adalah “hati itu seperti labirin” atau “wajahnya adalah cermin hati”. Dalam contoh pertama, hati dianggap sebagai labirin atau tempat yang sulit untuk ditemukan atau dicari. Dalam contoh kedua, wajah dianggap sebagai cermin atau refleksi dari hati seseorang.

Contoh Majas metafora

Berikut ini beberapa contoh majas metafora dan penjelasanya:

  1. “Hati itu seperti labirin.” (Majas metafora ini menggambarkan hati sebagai tempat yang sulit untuk ditemukan atau dicari, seperti labirin yang penuh dengan jalan buntu dan belokan.)
  2. “Wajahnya adalah cermin hati.” (Majas metafora ini menggambarkan wajah sebagai refleksi atau cermin dari hati seseorang, seperti cara wajah mencerminkan perasaan atau emosi seseorang.)
  3. “Kota ini adalah taman yang penuh dengan keajaiban.” (Majas metafora ini menggambarkan kota sebagai taman yang penuh dengan keajaiban, seperti cara kota menyimpan banyak hal yang menakjubkan atau menarik untuk dilihat.)
  4. “Dia adalah pohon yang kuat.” (Majas metafora ini menggambarkan seseorang sebagai pohon yang kuat, seperti cara seseorang memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa.)
  5. “Cinta itu adalah api yang tidak pernah padam.” (Majas metafora ini menggambarkan cinta sebagai api yang tidak pernah padam, seperti cara cinta bisa membakar dengan sangat kuat dan terus bertahan selamanya.)

Majas personifikasi

Majas personifikasi adalah sejenis majas yang menyebut benda seolah-olah benda tersebut memiliki sifat manusia, seperti memiliki perasaan, emosi, atau kemampuan berpikir. Dengan menggunakan majas personifikasi, seseorang dapat menyajikan ide atau pesan secara lebih menarik dan menggugah.

Contoh majas personifikasi adalah “kereta yang bersikap tidak bersahabat” atau “pohon yang merindukan hujan”. Dalam contoh pertama, kereta dianggap seolah-olah memiliki sikap yang tidak bersahabat. Dalam contoh kedua, pohon dianggap seolah-olah memiliki perasaan merindukan hujan.

Contoh majas personifikasi

Berikut ini beberapa majas personifikasi dan penjelasanya:

  1. “Kereta yang bersikap tidak bersahabat.” (Majas personifikasi ini menggambarkan kereta seolah-olah memiliki sikap yang tidak bersahabat, seperti cara kereta tidak selalu bisa diandalkan atau membuat orang merasa tidak nyaman.)
  2. “Pohon yang merindukan hujan.” (Majas personifikasi ini menggambarkan pohon seolah-olah memiliki perasaan merindukan hujan, seperti cara pohon membutuhkan air untuk tumbuh dengan baik.)
  3. “Angin yang bersikap keras kepala.” (Majas personifikasi ini menggambarkan angin seolah-olah memiliki sikap keras kepala, seperti cara angin tidak bisa diatasi atau dihindari.)
  4. “Rumah yang merasa kesepian.” (Majas personifikasi ini menggambarkan rumah seolah-olah memiliki perasaan kesepian, seperti cara rumah merasa sepi atau tidak ada orang yang tinggal di dalamnya.)
  5. “Pesan yang merasa terabaikan.” (Majas personifikasi ini menggambarkan pesan seolah-olah memiliki perasaan terabaikan, seperti cara pesan tidak diperhatikan atau tidak dijawab.)
Baca juga:   Stres Kerja: Pengertian, Jenis dan Gejalanya

Majas simile

Majas simile adalah sejenis majas yang menggunakan kata “seperti” atau “sebagai” untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan cara yang tidak langsung. Dengan menggunakan majas simile, seseorang dapat menyajikan ide atau pesan secara lebih menarik dan menggugah.

Contoh majas simile adalah “dia seperti lebah yang selalu sibuk” atau “dia sebagai matahari yang terik”. Dalam contoh pertama, seseorang dianggap seperti lebah yang selalu sibuk. Dalam contoh kedua, seseorang dianggap sebagai matahari yang terik.

Contoh majas simile

Berikut ini beberapa majas simile dan penjelasanya:

  1. “Dia seperti lebah yang selalu sibuk.” (Majas simile ini menggambarkan seseorang seperti lebah yang selalu sibuk, seperti cara seseorang selalu sibuk dengan aktivitasnya.)
  2. “Dia sebagai matahari yang terik.” (Majas simile ini menggambarkan seseorang sebagai matahari yang terik, seperti cara seseorang memiliki kekuatan atau pengaruh yang luar biasa.)
  3. “Dia seperti burung yang terbang bebas.” (Majas simile ini menggambarkan seseorang seperti burung yang terbang bebas, seperti cara seseorang merasa bebas atau tidak terikat oleh apapun.)
  4. “Dia sebagai sungai yang mengalir deras.” (Majas simile ini menggambarkan seseorang sebagai sungai yang mengalir deras, seperti cara seseorang memiliki energi atau semangat yang tinggi.)
  5. “Dia seperti bintang yang bersinar terang.” (Majas simile ini menggambarkan seseorang seperti bintang yang bersinar terang, seperti cara seseorang memiliki kecerdasan atau kepintaran yang luar biasa.)

***

Sekian untuk Tulisan Materi Majas: Pengertian dan Contohnya kali ini semoga dapat membantu teman-teman untuk lebih memahami materi majas di sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *