Teori Kepemimpinan Kontemporer

Mahasiswa UT, Teori Kepemimpinan Kontemporer – Tulisan ini adalah materi yang diberikan pada kegiatan Tuton UT untuk mata kuliah Manajemen EKMA 4116.

***

Dalam setiap perusahaan, kelompok atau organisasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Agar tujuan-tujuan tersebut tercapai secara efektif dan efisien, dibutuhkanlah seorang sosok pemimpin.

Oleh karena itu, sosok pemimpin tersebut harus memiliki sifat kepemimpinan dengan baik dan benar.

Kepemimpinan adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan ini nantinya digunakan ketika memimpin.

Salah satu faktor yang dimiliki pemimpin adalah dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Hal tersebut dikarenakan umumnya sikap kepemimpinan dibutuhkan seseorang dalam memimpin sebuah pekerjaan atau organisasi.

Teori kepemimpinan kontemporer adalah teori yang memandang pemimpin sebagai individu yang memberikan inspirasi kepada para pengikutnya melalui kata-kata, berbagai ide, dan perilaku mereka. Hingga saat ini ada 3 teori utama dalam terori kepemimpinan konteporer, yaitu:

Teori Kepemimpinan Psikoanalisis

Kets de Vries berusaha menggunakan pendekatan psikoanalisis (analisis psikologi) Sigmund Freud untuk menjelaskan perilaku pemimpin.

Menurut Sigmund Freud, seseorang berperilaku karena ingin memenuhi kebutuhan bawah sadarnya. Kebutuhan tersebut bahkan tidak disadari oleh yang bersangkutan. Kebutuhan tersebut kadang-kadang dapat ditelusuri pada masa kecil seseorang.

Seseorang yang pada masa kecilnya tidak pemah mendapatkan mainan akan sangat senang mengumpulkan mainan pada masa dewasanya. Orang tersebut barangkali tidak sadar mengapa saat ini suka mengumpulkan mainan. Mainan tersebut ternyata untuk memenuhi kebutuhan mainan yang belum pernah terpenuhi pada waktu ia masih kecil.

Seorang pemimpin berperilaku tertentu barangkali bukan karena untuk memenuhi kepentingan bawahannya, tetapi barangkali untuk mengkompensasi kepribadiannya yang frustasi.

Baca juga:   Ruang Lingkup Pendidikan Pancasila

Seorang pemimpin barangkali malah bertingkah seperti anak berumur tiga tahun. Napoleon Bonaparte, jenderal Perancis yang mahir perang, barangkali bukan karena tujuan nasionalisme, tetapi karena ingin memenuhi kebutuhan bawah sadar. misalnya karena beliau dilarang bermain perang-perangan pada masa kecil.

Dalam teori ini de Vries menjelaskan bahwa perilaku manusia dapat sangat kompleks. Sehingga, penampilan luar tidak dapat dijadikan pegangan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kembali analisis teori alam/manusia yang paling dasar untuk memahami perilaku manusia atau pemimpin yang sangat kompleks.

 

Teori Kepemimpinan Romantis

Menurut teori ini, pemimpin ada karena ada pengikutnya. Para pengikut ini mengembangkan pandangan “romantis” (ideal) mengenai adanya seorang pemimpin yang dapat membantu mereka mencapai tujuannya atau memperbaiki hidup mereka.

Pemimpin dibutuhkan untuk membantu mereka menyederhanakan permasalahan dunia yang sangat kompleks.

Jika bawahan sudah tidak mempercayai pemimpinnya, efektivitas kepemimpinan akan hilang, tidak peduli dengan tindakan pemimpin tersebut.

Jika bawahan sudah mampu mengorganisir mereka sendiri maka pemimpin tidak akan diperlukan lagi.

Teori ini mencoba menyeimbangkan antara sisi atasan dengan sisi bawahan sehingga porsi keduanya menjadi kurang lebih seimbang.

 

Teori Kepemimpinan Transformasional atau Karismatik

Teori kepemimpinan ini di cetuskan oleh Bernard M. Bass. Dalam teori ini Bernard M. Bass (1985) membedakan kepemimpinan dalam dua kategori, yaitu: transaksional (transactional leadership) dengan kepemimpinan transformasional (transfonnational leadership).

Read more... / Baca selengkapnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *