Sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi

Mahasiswa UT, Sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi = Tulisan ini adalah materi belajar yang di berikan pada kegiatan Tuton UT pada mata kuliah Cybermedia.

***

Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 8

Setelah mempelajari materi pada sesi ke 8 ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi.

Informasi Sumber Belajar Utama (Modul)

BMP yang digunakan adalah BMP Cyber Media modul 9, Anda juga dapat menggunakan referensi lain yang relevan.

Penjelasan singkat materi yang dipelajari

Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi. Internet mulai meningkat penggunaannya semenjak tahun 1991. Pada tahun 2002, International Telecommunication Union memperkirakan bahwa terdapat sekitar 590 juta pengguna internet di seluruh dunia, dimana satu per tiga penggunanya berada di Asia, termasuk Indonesia dengan jumlah sekitar 4 juta pengguna. Sebagaimana yang terjadi di Asia, Internet pun mulai berkembang di Indonesia di pertengahan tahun 1990.

Perkembangan internet di Indonesia dapat dikatakan sangatlah pesat. Jika dibandingkan dengan media lain, seperti film dan pers(radio dan televisi), internet yang dalam hal ini website (World Wide Web) merupakan yang paling terakhir masuk ke Indonesia. Walaupun pada awalnya, usaha untuk mengembangkan internet masih menemui banyak hambatan,berbagai kegiatan melalui internet sudah dilakukan ketika zaman orde baru, namun kegiatan ini dinilai sebagai kegiatan yang berusaha untuk menjatuhkan kepemimpinan saat itu. Semua kegiatan yang berkaitan dengan internet selalu dihubungkan dengan aksi jalanan, debat parlemen, dan hal-hal lain yang berbau politik.Setelah Kepemimpinan Soeharto, perubahan terjadi di segala aspek kehidupan, terutama dalam aspek politik dan juga perkembangan media. Media memiliki kebebasan untuk memberitakan apa yang terjadi di masyarakat tanpa ada kecemasan akan pembredelan ataupun jeratan hukum yang sering terjadi di masa kepemimpinan Soeharto.

Secara lebih detail, pelajari di materi inisiasi atau BMP Cyber Media Modul 9. Kerjakan test formatif dan akses di forum diskusi. Karena ini adalah minggu terakhir, periksa kembali apakah tugas 3 sudah Anda selesaikan.

Selamat belajar

***

Tanpa terasa kita sudah memasuki minggu terakhir masa tuton,bagaimana pendapat Sdr Mahasiswa semua, semoga adanya tuton ini membantu Anda semua untuk saling sharing dan meningkatkan pengetahuan ya.. ? Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi.

Internet mulai meningkat penggunaannya semenjak tahun 1991. Pada tahun 2002, International Telecommunication Union memperkirakan bahwa terdapat sekitar 590 juta pengguna internet di seluruh dunia, dimana satu per tiga penggunanya berada di Asia, termasuk Indonesia dengan jumlah sekitar 4 juta pengguna. Sebagaimana yang terjadi di Asia, Internet pun mulai berkembang di Indonesia di pertengahan tahun 1990.

Baca juga:   Sistem Informasi dan Internet

Perkembangan internet di Indonesia dapat dikatakan sangatlah pesat. Jika dibandingkan dengan media lain, seperti film dan pers(radio dan televisi), internet yang dalam hal ini website (World Wide Web) merupakan yang paling terakhir masuk ke Indonesia. Walaupun pada awalnya, usaha untuk mengembangkan internet masih menemui banyak hambatan,berbagai kegiatan melalui internet sudah dilakukan ketika zaman orde baru, namun kegiatan ini dinilai sebagai kegiatan yang berusaha untuk menjatuhkan kepemimpinan saat itu. Semua kegiatan yang berkaitan dengan internet selalu dihubungkan dengan aksi jalanan, debat parlemen, dan hal-hal lain yang berbau politik.Setelah Kepemimpinan Soeharto, perubahan terjadi di segala aspek kehidupan, terutama dalam aspek politik dan juga perkembangan media. Media memiliki kebebasan untuk memberitakan apa yang terjadi di masyarakat tanpa ada kecemasan akan pembredelan ataupun jeratan hukum yang sering terjadi di masa kepemimpinan Soeharto.

Namun perkembangan internet di Indonesia mengalami beberapa hambatan, diantaranya adalah infrastruktur yang tidak mendukung, kondisi wilayah Indonesia yang membuat tidak meratanya kesempatan akses internet, juga tinggi nya harga dari perangkat-perangkat, baik keras ataupun lunak, yang diperlukan untuk keperluan internet dan jatuhnya kondisi perekonomian.

Perubahan yang cukup signifikan terjadi setelah runtuhnya rezim Soeharto dan Indonesia memasuki masa Reformasi. Di masa Reformasi ini, kebebasan berpendapat juga memperoleh informasi merupakan hak setiap anggota masyarakat, dan internet merupakan salah satu media yang mendukung terpenuhinya hak-hak tersebut.

Upaya-upaya dalam pelaksanaan sebuah bentuk demokrasi di Era Reformasi, nampak dengan digunakannya internet sebagai teknologi komunikasi demi berlangsungnya keterbukaan dan juga terbentuknya keterlibatan masyarakat di dalam pemerintahan yang berlangsung. Kebijakan-kebijakan pemerintah seperti pendayagunaan teknologi informasi,adanya otonomi daerah serta pembentukan

e-government, menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan yang signifikan terhadap pemanfaatan internet di Indonesia.

Pada saat Habibie menjadi Menteri Riset dan Teknologi,beliau menekankan bahwa internet akan menjadi masa depan Indonesia dan beliau adalah menteri pertama yang memiliki web page (web pribadi). Ketika beliau menjabat sebagai Presiden, beliau sering mengakses internet di malam hari untuk mengetahui kebijakan-kebijakan luar negeri dan berkomunikasi melalui e-mail. Hal ini dinilai memberikan kontribusi dalam kebijakan-kebijakan yang beliau ambil semasa pemerintahannya.

Baca juga:   Sejarah Perkembangan Internet sebagai Wadah Keberadaan Cybermedia

Perintis Internet Service Provider (penyedia jasa layanan internet), yaitu RADNET (PT. Rahajasa Media Internet) mendirikan perusahaan mereka pada bulan Juli 1994. Namun kemudian, terjadi permasalahan di dalam memutuskan departemen manakah yang akan mengatur berbagai kebijakan akan internet dan peraturan-peraturan yang harus dipenuhi oleh ISP sehingga dapat secara resmi memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat. Beberapa bulan sebelum adanya kebijakan yang mengatur tentang internet, PT.IndoInternet (PT.Indo.net) mulai bernegosiasi dengan PT.Indosat (perusahaan satelit milik pemerintah) untuk mendirikan pelayanan jasa Internet. Namun, klarifikasi atas prosedur pendirian jasa layanan internet baru terbentuk saat Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi memberikan lisensi kepada RADNET di bulan Desember, yang mengijinkan RADNET untuk mulai melayani masyarakat di bulan Mei 1995. Setelah itu Internet berkembang teruskarena keinginan masuarakat semakin kuat.

Setelah 15 bulan RADNET resmi menjadi ISP pertama di Indonesia, banyak yang memanfaatkan internet, termasuk surat kabar yang membuat kolom khusus internet dan berbagai teknologi komputer yang terkait dengannya. Dalam dunia bisnis, internet pun mulai merubah parameter pemasaran mereka. Dengan separuh harga yang diperlukan untuk memasang iklan di surat kabar, perusahaan dapat memiliki web page mereka sendiri yang akan menjangkau ribuan khalayak. Internet dinilai sebagai penyedia informasi terbaru mengenai banyak bidang, seperti: kedokteran, pendidikan, budaya, kesenian dan sebagainya, internet adalah jendela dunia.

Di akhir tahun 1990, terdapat keraguan terhadap komunikasi elektronik, termasuk internet, yang mulai menjadi perdebatan akademisi internasional. Berdasarkan pandangan Foucault, beberapa ilmuwan melihat adanya prospek perubahan bentuk dari suatu keadaan, bentuk pengawasan dan keterbatasan privasi sekaligus juga otonomi warga negara dan konsumen. Namun hal ini tidak terjadi di Indonesia. Pada masa krisis ekonomi dan politik di thaun 1997-98, wacana kebebasan internet hanya melekat diantara kelompok oposisi dan golongan tertentu dari masyarakat perkotaan dan masyarakat kelompok menengah secara umum. Internet menjadi wadah dari kritik yang terjadi terus menerus sebagai bukti bahwa kekuasaan Orde Baru yang tidak dapat dan tidak seharusnya menghalangi kebebasan berpendapat dan kebebasan perdagangan, dan juga sebagai kesempatan untuk berbuat anarkis, mengeluarkan pendapat atas kebebasan berpendapat dan pasar bebas.

enggunaan internet oleh organisasi nonpemerintah dan kelompok-kelompok opisisi membawa pengaruh terhadap pelajar dan juga profesional muda untuk ikut menggunakan internet sebagai bentuk komunikasi yang terselubung dan sumber alternatif berita dan informasi – setelah kejatuhan rezim Soeharto.

Media Alternatif

Baca juga:   Pengaruh Internet Terhadap Dunia Jurnalistik dan Aplikasi Bisnis

Di saat yang bersamaan dengan organisasi non pemerintah yang mulai menggunakan komunikasi melalui internet, mailing list terbuka pertama pun mulai muncul di Indonesia dengan John A. MacDougall di Maryland, Amerika sebagai moderatornya. Pada tahun 1984, MacDougall mulai melakukan penelitian secara pribadi untuk mendukung kemajuan perusahaan publikasi di Indonesia, seperti misalnya produksi dan pemasaran melalui berbagai aspek. Di awal tahun 1990an, dia memberikan kontribusi terhadap berbagai konferensi dan kelompok berita di Internet, yang kemudian tergabung menjadi satu sebagai mailing list gratis dalam IGC server. Walaupun awalnya lebih dikenal dengan INDONESIA-L, setelah berbagai e-mail ditujukan kepada pendirinya, list ini disebut dengan apakabar.

Internet menyediakan kesempatan yang besar dalam mengumpulkan berbagai informasi mengenai suatu kejadian, yang terkait dengan jati diri atau informasi dari masyarakat umum yang menjadi saksi atas kejadian tersebut, yang sebagian besar informasi diperoleh dari aktifis organisasi non pemerintah, para wartawan dan reporter. Jika dibandingkan dengan surat kabar yang terbit dengan skala nasional, kecepatan internet dalam menyampaikan informasi terkait dengan insiden pada tanggal 27 Juli nampak dengan sangat jelas.

Dibawah tekanan pemerintah Orde Baru dalam kebebasan berpendapat, internet melalui kemampuan pihak-pihak atau kelompok-kelompok kecil yang menyebut diri mereka sebagai aktifis, berhasil menghadirkan kemungkinan terciptanya komunikasi yang aman diantara sesama kelompok opisisi, baik secara nasional ataupun internasional. Apapun kegagalan yang terjadi pada masa setelah kejatuhan pemerintahan Soeharto, tidak diragukan lagi bahwa terdapat upaya di dalam mengembalikan aspirasi suara rakyat melalui kebebasan yang diberikan kepada media dan juga debat politik terbuka yang sampai saat ini masih terus dapat kita rasakan. Kebebasan yang dimiliki oleh media massa, memberikan dampak tersendiri bagi media, dimana media dapat dengan bebas memunculkan berbagai jenis berita, baik secara lokal maupun nasional.Adanya internet memungkinkan sebuah pemberitaan dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Internet merubah seluruh aspek yang ada di Indonesia terutama di masa Reformasi, seperti misalnya penggunaan internet di dalam Pemilihan Umum tahun 1999 dan juga usaha pemerintah untuk mengimplementasikan e-governance di Indonesia.

Nah…. Sdr mahasiswa, secara lebih detail materi ini dapat Anda baca di modul 8 BMP Cyber Media ya….. Jika ada pertanyaan atau tanggapan atas materi ini, kemukakan dalam forum diskusi ya….Selamat belajar dan manfaatkan semaksimal mungkin kegiatan tuton ini.

Salam

***

Sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi oleh Rayan Nurbadi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *