Rumus Matematika Dasar yang Harus Dikuasai Siswa

Mahasiswa UT, Rumus Matematika Dasar yang Harus Dikuasai Siswa – Matematika adalah ilmu pasti yang selalu di ajarkan dari kita mulai bicara sampai tingkap pendidikan apapun. Seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian adalah matematika yang selalu di gunakan dalam kehitdupan sehari-hari. Untuk itu kami menyusun berbagai cara menghitung yang akan digunakan sehari-hari hingga kita sebagai siswa harus menguasainya.

Cara Menghitung Median

Median adalah nilai tengah dari sekumpulan data yang telah diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Berikut ini adalah cara menghitung median dari sekumpulan data:

  1. Urutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya.
  2. Jika jumlah data merupakan bilangan genap, maka cari median dengan menjumlahkan nilai tengah dari data tersebut lalu bagi dengan 2. Nilai tengah tersebut adalah nilai yang terletak di posisi ke (n/2) dan ke ((n/2)+1), dimana n adalah jumlah data.
    • Contoh: Data: 2, 4, 6, 8, 10, 12
    • Nilai tengah adalah data ke-3 dan ke-4, yaitu 6 dan 8. Median = (6+8)/2 = 7
  1. Jika jumlah data merupakan bilangan ganjil, maka median adalah nilai yang terletak di posisi ke (n+1)/2.
    • Contoh: Data: 2, 4, 6, 8, 10
    • Nilai tengah adalah data ke-3, yaitu 6. Median = 6

Cara Menghitung Mean (Rata-rata)

Mean adalah nilai rata-rata dari sekumpulan data. Berikut ini adalah cara menghitung mean dari sekumpulan data:

  1. Tentukan sekumpulan data yang akan dianalisis.
  2. Jumlahkan semua data yang ada.
  3. Hitung jumlah data yang ada.
  4. Bagilah jumlah total data dengan jumlah data untuk mendapatkan mean.
    • Contoh:
    • Data: 2, 4, 6, 8, 10
    • Jumlah total data: 2+4+6+8+10 = 30
    • Jumlah data: 5
    • Mean = 30/5 = 6
    • Contoh lain:
    • Data: 1, 3, 5, 7, 9, 11
    • Jumlah total data: 1+3+5+7+9+11 = 36
    • Jumlah data: 6
    • Mean = 36/6 = 6
Baca juga:   Jurusan Automotive and Robotics Engineering

Cara Menghitung Modus

Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam sekumpulan data. Berikut ini adalah cara menghitung modus dari sekumpulan data:

  1. Tentukan sekumpulan data yang akan dianalisis.
  2. Urutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya.
  3. Hitung jumlah kemunculan masing-masing nilai data.
  4. Cari nilai data yang muncul paling sering. Nilai tersebut adalah modus dari sekumpulan data tersebut.
    • Contoh:
    • Data: 2, 4, 4, 6, 8, 8, 10, 10, 10
    • Modus adalah nilai yang muncul paling sering, yaitu 10 (muncul tiga kali).

Perhatikan bahwa sekumpulan data tidak selalu memiliki modus. Misalnya, dalam sekumpulan data berikut ini, tidak ada nilai yang muncul lebih sering dari nilai lainnya:

Data: 2, 4, 6, 8, 10

Dalam hal ini, sekumpulan data tersebut tidak memiliki modus.

Cara Menghitung Diskon

Diskon adalah sejumlah potongan harga yang diberikan kepada pelanggan pada saat membeli suatu produk atau jasa. Berikut ini adalah cara menghitung diskon:

  1. Tentukan harga awal dari produk atau jasa tersebut (harga tanpa diskon).
  2. Tentukan jumlah diskon yang akan diberikan dalam persen atau nilai rupiah.
  3. Jika diskon diberikan dalam persen, maka hitung diskon dengan mengalikan harga awal dengan jumlah diskon dalam persen, kemudian bagi dengan 100.
    • Contoh:
    • Harga awal produk: Rp 100.000
    • Diskon: 10%
    • Diskon = (100.000 x 10)/100 = Rp 10.000
  1. Jika diskon diberikan dalam nilai rupiah, maka hitung diskon dengan mengurangi harga awal dengan jumlah diskon dalam rupiah.
    • Contoh:
    • Harga awal produk: Rp 100.000
    • Diskon: Rp 10.000
    • Diskon = 100.000 – 10.000 = Rp 90.000
  1. Setelah mendapatkan jumlah diskon, kurangi jumlah tersebut dari harga awal untuk menngetahui harga setelah diskon
Baca juga:   Menggali Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik tentang Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia

Cara Menghitung Laba-rugi

Laba rugi adalah perbedaan antara pendapatan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Berikut ini adalah cara menghitung laba rugi:

  1. Tentukan pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa.
  2. Tentukan semua biaya yang dikeluarkan, termasuk biaya produksi, biaya gaji, biaya sewa, biaya listrik, dan lain-lain.
  3. Kurangi semua biaya yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh untuk mendapatkan laba bersih.
    • Contoh:
    • Pendapatan: Rp 100.000
    • Biaya produksi: Rp 50.000
    • Biaya gaji: Rp 30.000
    • Biaya sewa: Rp 20.000
    • Biaya listrik: Rp 10.000
    • Total biaya: Rp 110.000
    • Laba bersih = 100.000 – 110.000 = Rp -10.000 (rugi)

Jika hasilnya negatif, berarti perusahaan mengalami rugi. Sebaliknya, jika hasilnya positif, berarti perusahaan mengalami laba.

Cara Menghitung Persen

Persen adalah satuan pembagian yang menyatakan bagian dari 100. Berikut ini adalah cara menghitung persen:

  1. Tentukan jumlah yang akan dikonversi menjadi persen (nilai A).
  2. Tentukan jumlah yang merupakan dasar pembagian (nilai B).
  3. Hitung persentase dengan mengalikan nilai A dengan 100, kemudian bagi dengan nilai B.

Contoh: Nilai A: 25 Nilai B: 100 Persentase = (25 x 100)/100 = 25%

Contoh lain: Nilai A: 50 Nilai B: 250 Persentase = (50 x 100)/250 = 20%

Catatan:

Artikel ini akan terus ditambah untuk membantu siswa menyelesaikan hitungan-hitungan sederhana yang sering di temui sehari-hari.

Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *