Proporsi Kategoris

Oleh
WHISNU WARDHANA SURATMAN – 041675713
FKIP – Teknologi Pendidikan
UNIVERSITAS TERBUKA

 

Proposisi kategoris adalah salah satu dari tiga jenis proposisi dalam ilmu Logika. Proposisi kategoris di definisikan sebagai proposisi yang menyatakan secara langsung tentang cocok tidaknya hubungan yang ada di antara term subjek dan term predikat. Disebut kategoris sebab proposisi ini menyatakan sesuatu tentang suatu hal tanpa syarat.

Setiap proposisi kategoris mengandung 3 unsur, yaitu subjek, predikat dan kopula. Term subjek adalah term tentang sesuatu yang diakui atau diingkari oleh sesuatu yang lain. Term predikat adalah term yang yang mengakui atau mengingkari term subjek. Term subjek dan term predikat ini merupakan unsure material pada sebuah preposisi. Adapun kopula adalah kata kerja yang berfungsi menghubungkan subjek dengan predikat dan menyatakan kesesuaian atau ketidaksesuaian di antara subjek dan predikatKopula menjadi unsure formatur (pembentuk) sehingga hubungan subjek-kopula-predikat membentuk struktur logis sebuah proposisi. Rumusan simbolik nya adalah S = P atau S ≠ P, contoh.

  • Semua makhluk hidup bisa berenang.
  • Sebagian makhluk hidup bisa berenang.
  • Tidak semua makhluk hidup bisa berenang.
  • Semua makhluk hidup tidak bisa berenang.

 

Kuantitas dan kualitas proposisi kategoris.

 

  1. Karakteristik sebuah proposisi kategoris terkandung di dalam hakikat proposisi itu sendiri, yaitu AFIRMATIF atau NEGATIF. Sebuah proposisi disebut afirmatif jika kopula berfungsi menghubungkan atau mempersatukan S dengan P. Sebuah proposisi dianggap negative apabila kopula memisahkan antara S dan P.

Contoh:

  • Tidak semua makhluk hidup dapat berbicara.
  • Beberapa manusia pasti akan mati.
  • Tidak semua hewan pemakan daging.
  • Beberapa hewan pemakan tumbuhan.

 

 

  1. Kuantitas sebuah proposisi ditentukan oleh hakikat yang bersifat universal atau particular. Proposisi ini berhubungan dengan denotasi atau jumlah individu objek dimana term subjek diterapkan. Sebuah proposisi disebut universal jika term subjek adalah universal.
Baca juga:   Sesat Pikir

Contoh:

  • Semua makhluk hidup pasti akan mati.
  • Polisi bukanlah petugas medis.
  • Semua perbuatan pasti ada balasannya.
  • Semua hewan pemakan daging.

 

Dan sebuah proposisi disebut particular jika term subjeknya particular.

  • Ada pengendara yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
  • Ada mahasiswa yang terlambat masuk kuliah.
  • Tim sepak bola kita menang mutlak atas tim universitas lain.
  • Ada harimau yang tidak buas.

 

  1. Proposisi A-E-I-O adalah kombinasi antara kualitas dan kuantitas proposisi yang menghasilkan empat bentuk baku proposisi kategoris.
  2. Proposisi afirmatif-universal, atau yang biasa disebut proposisi A.

Contoh:

  • Semua mahasiswa wajib hadir dalam kuliah minimal 75%.
  • Semua mahasiswa tidak boleh terlambat masuk kuliah.
  • Semua pengendara kendaraan roda dua wajib memakai helm.
  • Semua pengendara wajib mematuhi peraturan lalu lintas.

 

  1. Proposisi negative-universal, atau yang biasa disebut proposisi E.

Contoh:

  • Batu bukan makhluk hidup.
  • Semua korban tsunami tidak selamat.
  • Semua makhluk hidup tidak berkembang biak.
  • Semua makhluk hidup tidak bernafas.

 

  1. Proposisi afirmatif-partikular, atau yang biasa disebut proposisi I.

Contoh:

  • Beberapa harimau buas.
  • Beberapa pelajar sma lulus ujian nasional.
  • Beberapa pengendara memakai helm.
  • Beberapa pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

 

  1. Proposisi negative-partikular, atau yang biasa disebut proposisi O.

Contoh:

  • Beberapa pelajar sma tidak lulus ujian nasional.
  • Beberapa pengendara tidak memakai helm.
  • Beberapa makhluk hidup tidak berkembang biak.
  • Beberapa korban tsunami tidak selamat.

 

Distribusi term subjek dan term predikat.

  1. Subjek pada proposisi universal selalu universal.
  2. Subjek pada proposisi particular selalu particular.
  3. Predikat pada proposisi afirmatif selalu particular.

***

Tugas.2
Pada Tugas 2 ini, buatlah tulisan tentang Proposisi Kategoris beserta contohnya.
Panjang tulisan minimal dua halaman kwarto, 1,5 spasi, font Arial 11. cantumkan rujukannya. Tulisan diupload di tempat yang sudah disediakan paling lambat 11 November 2019.

Baca juga:   Membentuk dan Meningkatkan Tingkat E-readines di Indonesia.

Selamat mengerjakan!

Salam,
Tutor

***

Artikel ini di buat untuk memenuhi tugas kuliah mata kuliah Logika. Bebas di gunakan tanpa izin dari pemilik tulisan sebagai sumber materi. Tapi harap cantumkan link sebagai sumber tulisan.

original Author: Whisnu Wardhana S

Sincerly,

Mahasiswa UT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *