Prinsip Perencanaan Evaluasi Hasil Belajar oleh Zainal Arifin (2019)

Mahasiswa UT, Prinsip Perencanaan Evaluasi Hasil Belajar oleh Zainal Arifin (2019) – Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan dari tujuan yang dicapai, desain, dan implementasi.

Sebagai pendidik, kita tentunya sering menyusun evaluasi hasil belajar, namun juga tidak sering kita memperhatikan prinsip-prinsip perencanaan hasil belajar secara umum.

7 Prinsip Perencanaan Evaluasi Hasil Belajar

Menurut Zainal Arifin bahwa untuk mendapatkan hasil evaluasi yang baik, kegiatan evaluasi harus memperhatikan prinsip-prinsip umum sebagai berikut:

1. Berorientasi/Kompetensi Tujuan

Prinsip pertama adalah bagaimana kegiatan evaluasi difokuskan pada pengukuran tingkat penguasaan kompetensi oleh peserta didik dan untuk mencapai tujuan atau kemampuan tertentu (baik umum maupun khusus).

2. Kontinuitas

Belajar adalah proses yang kompleks. Ini tidak hanya mencakup apa yang siswa ketahui tetapi apa yang dapat mereka lakukan dengan apa yang mereka ketahui; melibatkan tidak hanya pengetahuan dan kemampuan tetapi nilai, sikap, dan kebiasaan pikiran yang mempengaruhi keberhasilan akademik dan kinerja di luar kelas.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan gambaran perkembangan siswa yang jelas dan bermakna, kegiatan evaluasi hasil belajar harus dilakukan secara terus menerus dengan menghubungkan hasil-hasil pada waktu sebelumnya.

3. Komprehensif

Penilaian tidak dilakukan hanya pada objek tertentu, guru harus menggunakan seluruh objek sebagai bahan penilaian. Misalnya, jika subjek ulasan adalah seorang siswa, Semua aspek kepribadian siswa kemudian harus dievaluasi baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap.

4. Adil dan obyektif

Guru harus memperlakukan siswa secara adil tanpa pilih kasih. Guru juga perlu bertindak secara objektif sesuai dengan kemampuan siswanya. Evaluasi harus didasarkan pada fakta (data dan fakta), bukan hasil rekayasa.

Baca juga:   Sejarah Internet di Indonesia dan Perkembangannya di masa Reformasi

5. Kooperatif

Dalam evaluasi, guru harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk siswa itu sendiri, termasuk orang tua, sesama guru, dan pemimpin sekolah.

6. Praktis

Praktis berarti kemudahan dalam penggunaan, baik bagi guru yang menyusun alat evaluasi maupun bagi orang lain yang menggunakan alat tersebut.

7. Mendidik

Kegiatan penilaian ini merupakan cara mendidik siswa, bukan menakut-nakuti mereka untuk bisa dan diluar kemampuannya. Ada banyak metode penilaian yang dapat digunakan pendidik sebagai alat untuk menilai hasil belajar. Bimbingan, tes ulang, dll.

***

Oleh, SITI SALMAH dalam diskusi sesi dua Tuton UT dalam Mata Kuliah Evaluasi Hasil Belajar

Sumber:

Arifin, Zainal,. dan Rudi Susilana (2020). Evaluasi Hasil Pembelajaran. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

AAHE – 9 Principles of Good Practice for Assessing Student Learning

Nafisa, Ayu. (2016). ANALISIS BUTIR SOAL TES PENJAJAKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI AKUNTANSI KELAS XII IPS DI SMA NEGERI 1 KALASAN TAHUN AJARAN 2015/2016. 

Fitrianah, Nur,. Azaliyatul Jannah. Konsep Perencanaan dan Evaluasi Hasil Belajar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *