Mitos dan Fakta Aktivasi Otak Tengah

Mahasiswa UT, Mitos dan Fakta Aktivasi Otak Tengah – Sudah pernah mendengar mengenai otak kiri dan otak kanan? Terus, bagaimana dengan otak tengah? Banyak banget nih mitos yang beredar mengenai aktivasi otak tengah. Aktivasi otak tengah ini dipercaya dapat membuka jembatan yang menghubungkan dan menyeimbangkan fungsi dari otak kanan dan otak kiri.

Seriusan? Bisa tambah pinter nggak tuh?

Sabar dulu, daripada kamu nebak-nebak dan terus penasaran, yuk simak pembahasan mengenai mitos dan fakta aktivasi otak tengah berikut ini.

Mengenal Otak Tengah

Otak tengah atau mesencephalon atau midbrain adalah area otak yang menghubungkan otak depan (forebrain) dan otak belakang (hindbrain). Fungsi otak tengah adalah untuk mengontrol respon penglihatan, pendengaran, gerakan bola mata dan dilasi pupil, gerakan motorik, kewaspadaan (alertness), serta mengatur suhu tubuh.

Otak tengah memiliki ukuran panjang sekitar 1,5 sentimeter dan terjepit di antara diencephalon, yang mencakup talamus, hipotalamus, dan pons. bagian otak ini bertugas menerima suplai darah dari arteri basilar dan cabang-cabangnya, termasuk arteri serebral posterior dan arteri serebelar superior.

Nah, cara kerja otak tengah dimulai dari datangnya impuls dari sumsum tulang belakang dan saraf tepi. Sumsum tulang belakang dan saraf tepi memberikan impuls ke otak besar sebagai pusat kendali anggota tubuh. Lalu impuls dikirim melewati batang otak sebagai jembatan otak kecil dan otak besar. Kemudian di batang otak terdapat jembatan varoli (pons varoli) yang letaknya di depan otak kecil yang meneruskan impuls dari otak besar. Setelah itu, impuls tersebut direspon disesuaikan dengan keadaan di mana respon akan ditujukan.

Baca juga:   Make Up untuk Bibir Tipis: Tips dan Trik yang Harus Anda Ketahui

 

Struktur Otak Tengah

Otak tengah ini terdiri dari tiga bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda, seperti yang dilansir dari Alodokter. Apa saja?

1. Tektum

Bagian yang pertama adalah tektum yang terletak di bagian atas otak tengah. Bagian ini disusun oleh dua tonjolan yang bernama superior dan inferior collicululus.

2. Tegmentum

Bagian tegmentum terletak di depan tektum. Bagian ini terdiri dari saluran serat dan tiga bagian lainnya yang dibedakan oleh warna, yaitu periaqueductal abu-abu, nukleus merah, dan substansia nigra. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Periaqueductal abu-abu berfungsi dalam menekan rasa sakit, nukleus merah berfungsi dalam koordinasi informasi sensoris, dan substansia nigra berperan dalam mediasi gerakan dan koordinasi motorik.

3. Pedunkulus serebri

Bagian otak tengah yang ketiga adalah pedunkulus serebri (cerebral peduncle) yang berfungsi sebagai jalan utama yang membawa dan mengantarkan sinyal dari bagian terluar tubuh ke bagian lain pada sistem saraf pusat. Bagian ini juga sangat penting dalam koordinasi gerak tubuh manusia, lho.

 

Apa Itu Aktivasi Otak Tengah?

Beberapa waktu yang lalu sempat marak mengenai program aktivasi otak tengah, yang mana disebutkan bahwa dengan mengikuti program ini kinerja otak tengah akan mengalami peningkatan dan seketika menjadi genius. Beberapa metode yang dilakukan dalam program itu ialah metode Blindfold Reading (BFR) dan Kinesiologic Imagination Program (KIR). Metode BFR merupakan metode belajar dengan mata tertutup, sedangkan metode KIR adalah metode memasukkan informasi ke dalam pikiran bawah sadar seseorang dengan bantuan sentuhan.

Namun sebenarnya, hingga kini otak tengah dan program aktivasinya ini pun masih menjadi perdebatan. Hal ini dikarenakan belum ada bukti dan metode penelitian yang benar mengenai aktivasi otak tengah, sehingga istilah aktivasi otak tengah ini dapat dikatakan istilah yang sama sekali tidak berdasar ilmiah. Beberapa ilmuwan menganggapnya sebagai pseudoscience yaitu ilmu semu.

Baca juga:   Cara Belajar 30 Menit

 

Mitos Mengenai Otak Tengah

1. Otak tengah perlu diaktivasikan agar berfungsi

Hmmm, sebenarnya tanpa perlu diaktivasikan, otak tengah pasti akan berfungsi kok. Seandainya otak tengah tidak berfungsi tentu akan berakibat buruk, seperti buta, tuli, parkinson hingga stroke. Jika kamu sehat-sehat aja dan bisa baca artikel ini maka otak tengahmu berfungsi dengan baik.

2. Otak tengah memengaruhi kemampuan sosial

Setiap bagian di otak punya fungsinya masing-masing, dan bekerja antara satu sama lain menciptakan keharmonisan kerja tubuh manusia. Fungsi spesifik otak tengah yang sudah disebutkan di atas dan berdasarkan penelitian ilmiah tidak menyebutkan hubungan otak tengah dengan kemampuan sosial.

3. Otak tengah menghubungkan otak kiri dan kanan

Penghubung otak kiri dengan otak kanan ialah corpus collosum dan sudah terhubung sejak kita lahir. Sedangkan otak tengah itu menghubungkan otak depan dan otak belakang.

4. Otak tengah memancarkan gelombang

Nope, sampai saat ini belum ada referensi jurnal ilmiah atau penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa otak tengah bisa memancarkan suatu jenis gelombang, seperti apa gelombangnya, sepanjang apa gelombangnya, dan lain sebagainya.

Nah, jadi jangan termakan iming-iming bisa langsung pintar dengan mengaktivasikan otak tengah ya. Sejauh ini hal tersebut hanyalah mitos belaka. Menjadi pintar itu efek dari belajar, jadi bukan tujuan dari sebuah pembelajaran. Apakah pintar harus ber-IQ tinggi? Banyak orang yang dianggap pintar namun sulit untuk bersosialisasi. Banyak juga orang yang sangat kreatif namun tidak naik kelas. Intinya pintar adalah suatu istilah yang tidak memiliki standar yang baku.

***

Tidak ada cara instan untuk menjadi pintar selain belajar dan kerja keras! Belajar juga nggak sekadar bisa menghafal, tetapi harus bisa menghubungkan, memahami hubungannya, dan menjelaskan pemahamannya.

 

Sumber: Ruangguru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *