Mengenal SIPAS dan Non-SIPAS di Universitas Terbuka

Share

Mahasiswa UT – Universitas Terbuka adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang berdiri berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Pada umumnya yang berkuliah di UT adalah para guru ataupun orang-orang yang telah bekerja, walau begitu banyak juga lulusan baru atau fresh-graduates yang memilih melanjutkan pendidikannya di UT.

Berkuliah di Universitas Terbuka (UT) berbeda dengan perkuliahan di Univeristas lain pada umumnya. Karena memang di rancang untuk orang-orang yang sudah bekerja, para mahasiswanya di tuntut untuk dapat belajar mandiri.

Mengenal SIPAS dan Non-SIPAS di Universitas Terbuka

Mengenal SIPAS dan Non-SIPAS di Universitas Terbuka

Di UT terdapat dua layanan utama yang dapat di pilih mahasiswanya untuk melanjutkan pendidikannya yaitu SIPAS dan Non-SIPAS. SIPAS (Sistem Paket Semester) adalah layanan paket mata kuliah setiap semester beserta bahan ajarnya. Sedangkan Non SIPAS adalah sistem pengambilan mata kuliah secara satuan dengan jumlah maksimal 24 SKS per semester, tidak termasuk bahan ajar (dibeli terpisah).

Mengenal Program SIPAS di Layanan Pendidikan Universitas Terbuka

Seperti di terangkan sebelumnya SIPAS adalah Sistem Paket Semester. Secara sederhana sistem ini adalah sistem terima beres dari UT. Di mana mahasiswa tidak perlu lagi repot-repot melakukan registrasi ulang mata kuliha di tiap semester baru. Karena setiap mata kuliah yang akan di ambil nanti telah di atur sesuai dengan katalog pendidikan UT. Jadi mahasiswa tidak perlu khawatir mengalami Ujian bentrok. Di sistem SIPAS juga mahasiswa akan membayar uang kuliah secara flat. Yaitu uang kuliah yang di bayarkan akan sama setiap semesternya. Biaya yang di bayarkan ini juga termasuk biaya bahan ajar/modul tiap semesternya.

Kekurangan dari SIPAS ini kalau kita berencana berkuliah cepat akan kesulitan, karena kita tidak bisa mengambil mata kuliah di luar semesternya agar kita dapat mengambil semester penuh 24 SKS. Sehingga total kita akan mengambil 8 Semester untuk menempuh pendidikan S-1 secara regular dengan catatan kita lulus setiap mata kuliah tanpa mengulang.

Mengenal Program Non-SIPAS di Layanan Pendidikan Universitas Terbuka

Non-SIPAS adalah sistem perkuliahan di mana mahasiswa yang memilih sendiri mata kuliah yang akan mereka ambil di tiap semesternya. Tujuannya agar mahasiswa dapat mengambil semester penuh 24 SKS agar mereka dapat lulus lebih cepat.

Berbeda dengan SIPAS yang terhitung praktis, Non-SIPAS di UT akan sedikit merepotkan. Yang di maksud merepotkan disini adalah setiap semesternya kita harus meregistrasikan mata kuliah. Kita juga harus teliti dalam prosesnya karena salah-salah kita akan mengalami jam ujian bentrok.

Dari segi biaya Non-SIPAS akan terasa lebih mahal. Hal ini di sebabkan uang kuliah yang harus di bayarkan di hitung berdasarkan jumlah SKS yang di ambil ditambah dengan biaya pembelian bahan ajar/modul. Untuk harga SKS yang harus di bayarkan berbeda tiap prodi/jurusan yang akan kita ambil. Biayanya berkisar antara Rp. 25.000,00 – Rp. 80.000 /SKS-nya (harga pasti silahkan cek katalog biaya pendidikan UT di sini) di luar biaya Ujian Susulan (jika ada jam ujian bentrok) sebesar Rp. 150.000,00 / mata kuliah.

Jadi pilih SIPAS atau Non-SIPAS?

Untuk pilih yang mana silahkan pilih sesuai pertimbangan masing-masing. Kalau mau praktis yah pilih SIPAS, mau cepet lulus ambil Non-SIPAS. Kalau mau keukeh minta saran, saran saya ambil Non-SIPAS.

Untuk pengambilan mata kuliahnya, ambil berdasarkan susunan persemester. Kekurangannya ambil dari semester depannya. Misal kita ambil mata kuliah semester satu ada 18 SKS kekurangan 6 SKS ambil dari mata kuliah di semester ke dua, begitu seterusnya. Catatan hindari mata kuliah yang bentrok agar tidak harus mengikuti Ujian Susulan.

Semoga sharing kali ini –Mengenal SIPAS dan Non-SIPAS di Universitas Terbuka– bermanfaat, salam sukses untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *