Kenalan dengan si Ajaib Kacamata Photocromic

Mahasiswa UT, Kenalan dengan si Ajaib Kacamata Photocromic – Kacamata Photochromic adalah sepasang lensa yang berubah warna dengan kondisi pencahayaan. Kacamata ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1990-an untuk membantu orang yang mengalami kesulitan melihat di bawah sinar matahari yang cerah atau di malam hari.

Kacamata photocromic dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk membaca koran, bekerja di depan komputer, menggunakan perangkat elektronik di luar ruangan, dan banyak lagi. Photochromics juga tersedia sebagai kacamata hitam yang menjadi gelap saat matahari bersinar di atasnya dan mencerahkan saat mendung atau teduh di luar.

Ada beberapa alasan mengapa orang mungkin ingin menggunakan kacamata hitam photochromic. Bagi orang yang terus-menerus berada di bawah sinar matahari, kacamata hitam photochromic dapat melindungi mata dengan menangkal radiasi ultraviolet berbahaya yang dapat menyebabkan kanker kulit dan masalah mata lainnya.

Untuk orang-orang yang sadar diri tentang penampilan mereka dan menginginkan cara yang modis untuk melindungi mata mereka, kacamata hitam photochromic menyediakan cara untuk melakukannya.

Kacamata hitam photochromic juga baik untuk orang yang sering bekerja di lingkungan yang berpendar atau memancarkan cahaya lainnya. Dengan mengubah lensa menjadi gelap, mereka menghalangi cahaya sehingga mata tidak perlu bekerja keras untuk melihat.

Saat Kamu mengenakan kacamata hitam fotokromik, kristal nano di lensa mengubah cara cahaya memantul darinya. Perubahan pantulan ini dapat menyebabkan lensa berubah warna, dari bening menjadi gelap, tergantung pada frekuensi cahaya yang menyinari lensa tersebut.

Nanocrystals disetel ke panjang gelombang cahaya tertentu, jadi ketika cahaya biru atau ungu mengenai mereka, nanocrystals berubah dan lensa menjadi gelap. Ketika sinar inframerah atau merah mengenai mereka, kristal nano berubah dan lensa menjadi jernih.

Apa itu kacamata fotokromik?

Kacamata hitam photochromic adalah penemuan terbaru yang menjadi populer karena menawarkan perlindungan dari matahari dan gaya yang unik.

Mereka bekerja dengan mengubah cara cahaya memantul dari lensa, dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk melindungi mata dari sinar matahari, terlihat modis, dan menghalangi cahaya di lingkungan berpendar atau memancarkan cahaya lainnya.

Kacamata photocromic, atau dikenal sebagai kacamata hitam yang dapat berubah warna sesuai dengan lingkungan, adalah penemuan terbaru yang menjadi populer karena menawarkan perlindungan dari sinar matahari dan gaya yang unik.

Kacamata photocromic dikembangkan pada akhir 1990-an, dan sebelumnya hanya ada dua jenis kacamata hitam yang bisa berubah warna: kacamata hitam yang memanas saat terkena sinar matahari dan kacamata hitam yang berubah warna saat terkena cahaya.

Apa fungsi dari kacamata photocromic?

Melansir Eye Care Trust, fungsi kacamata photochromic utamanya untuk melindungi indra penglihatan dari efek buruk radiasi ultraviolet.

Seperti diketahui, paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari yang berlebihan dapat merusak bagian kornea dan konjungtiva mata.

Efek buruk radiasi ultraviolet ini bisa menyebabkan penyakit katarak sampai kanker mata.

Kacamata photochromic ini berfungsi untuk beradaptasi dengan perubahan cahaya dan gelap dalam hitungan detik.

 

Siapa yang perlu menggunakan kacamata photochromic?

Orang yang beraktivitas di luar ruangan dan di dalam ruangan perlu menggunakan kacamata ini agar praktis dan nyaman. Misalkan pemain golf, tenis, sampai guru sekolah yang kerap berada di luar ruangan.

Baca juga:   Cara Merawat Kacamata K-Ion Nano: Kacamata Terapi untuk Kesehatan Mata

Sedangkan orang yang terpapar panas ekstrem dan tingkat ultraviolet yang tinggi lebih memerlukan kacamata hitam dengan proteksi maksimal ketimbang kacamata photochromic.

Namun untuk aktivitas sehari-hari, kacamata dengan lensa photochromic sudah cukup untuk melindungi mata saat berada di luar ruangan.

 

Apakah kacamata photocromic berbahaya?

Fungsi utama lensa photochromic adalah untuk meningkatkan kenyamanan pemakainya, dan lebih praktis karena tidak harus mengganti kacamata dengan kacamata hitam. Bila digunakan sesuai aturan pakainya, lensa photochromic tidak berbahaya.

Lensa photochromic bisa memberi efek negative bila pemakainya menganggap lensa ini dapat melindungi dari sinar UV. Lensa photochromic per se tidak melindungi pemakainya dari sinar ultraviolet.

Dalam keadaan gelap pupil justru akan membesar, sehingga lebih banyak sinar ultraviolet yang masuk mencapai retina dan menimbulkan kerusakan lebih luas bila dibandingkan dengan lensa jernih / terang.

Dalam keadaan seperti ini, lensa photochromic memberi efek negative.

Namun pada umumnya lensa photochromic yang berkualitas baik sudah dilengkapi lapisan anti ultraviolet. Untuk memastikannya, Anda dapat memeriksa lensa photochromic Anda dengan jalan menyinarinya dengan lampu ultraviolet; bila sinar lampu ultraviolet tersebut tidak tembus, berarti lensa memiliki lapisan anti UV.

Bila lensa photochromic tidak dilengkapi lapisan anti ultraviolet, untuk menghindari efek sampingnya, Anda perlu menghindari sumber cahaya terang.

 

Apa bedanya kacamata anti radiasi dan photocromic?

Masih banyak orang yang keliru dan menganggap kacamata photocromic sama dengan kacamata anti radiasi. Padahal keduanya memiliki  perberbedaan dari segi fungsi, manfaat dan bahannya

Apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya:

1. Perbedaan Bahan yang Digunakan

Kacamata photocromic sendiri dibuat dari bahan karbon yang memiliki molekul yang bereaksi terhadap UV.

Hal ini memungkinkan lensa bisa mengubah bentuk serta menyerap cahaya.

Baca juga:   Ganti Kacamata Berapa Tahun Sekali? Ini Tanda yang Harus Kamu Ketahui

Sementara kacamata anti radiasi berbahan dasar lensa AR atau Anti Reflective atau anti pantul.

Lapisan ini sangat tipis namun bisa menghilangkan pantulan apa pun yang datang ke kacamata.

2. Perbedaan Fungsi dan Manfaat

Karena bahan yang digunakan berbeda, otomatis fungsi dan manfaatnya juga berbeda.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kacamata photochromic berguna melindungi mata dari radiasi sinar matahari saja.

Sementara kacamata anti radiasi memungkinkan mata kita terlindung dari pancaran sinar radiasi matahari, layar komputer, atau gadget lainnya.

Hal tersebut karena kacamata anti radiasi dapat meringankan mata lelah dan kering akibat melihat layar gadget terlalu lama.

Selain itu, kacamata ini juga dapat mencegah ketegangan mata akibat radiasi sinar biru atau UV dengan baik.

 

Berapa harga kacamata photocromic di optik?

Harga kacamata photocromic berkisar antara Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Lensa minus untuk rabun jauh dan lensa plus untuk rabun dekat umumnya lebih mahal daripada lensa yang biasa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.