Cara Membuat Essai dan Contohnya

Mahasiswa UT, Cara Membuat Essai dan Contohnya – Essai adalah sebuah jenis karya tulis yang digunakan untuk mengekspresikan pandangan atau pendapat pribadi tentang suatu masalah atau topik. Essai biasanya bersifat subjektif dan mengandung pendapat pribadi penulisnya. Essai ini biasanya terdiri atas fakta dan opini yang dinarasikan oleh penulisnya terhadap suatu topik pembahasan seperti sastra, politik, filsafat, dan lain-lain.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian essai merupakan karangan prosa yang membahas suatu persoalan dari sudut penulis secara sepintas.

Sedangkan menurut ilmu jurnalistik, essai adalah tulisan yang memuat pendapat seseorang tentang suatu persoalan ditinjau secara subjektif.

Perbedaan essai dan karya ilmiah

Essai dan karya ilmiah adalah dua jenis tulisan yang berbeda. Essai adalah jenis tulisan yang digunakan untuk mengekspresikan pandangan atau pendapat pribadi tentang suatu masalah atau topik.

Sementara karya ilmiah adalah jenis tulisan yang digunakan untuk menyajikan fakta atau informasi obyektif tentang suatu masalah atau topik.

Karya ilmiah biasanya lebih teknis dan tidak mengandung pendapat pribadi penulisnya, sementara essai lebih bersifat subjektif dan mengandung pendapat pribadi penulisnya.

Adanya opini/pendapat pribadi yang dimasukan ke dalam essai inilah yang menjadi perbedaan utama antara essai dan karya tulis ilmiah.

Cara Membuat Essai

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membuat sebuah essai yang baik dan efektif:

  1. Pilih topik yang akan ditulis. Pastikan topik tersebut menarik dan relevan dengan pandangan atau pendapat pribadi Anda.
  2. Lakukan riset tentang topik yang akan ditulis. Kumpulkan informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan valid.
  3. Buat outline atau kerangka essai. Buat garis besar dari ide-ide yang akan ditulis dan urutkan sesuai dengan alur yang logis.
  4. Tulis tubuh essai. Mulailah dengan pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca dan beri latar belakang topik yang akan ditulis. Kemudian, tuliskan poin-poin utama dari essai Anda dan dukung dengan contoh dan bukti yang valid.
  5. Tulis kesimpulan. Ringkaslah poin-poin utama yang telah ditulis dan berikan pandangan atau pendapat pribadi Anda tentang topik yang ditulis.
  6. Edit dan revisi. Baca ulang essai Anda dan perbaiki kesalahan-kesalahan tata bahasa dan ejaan.
  7. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber yang digunakan.

Ingat untuk mengikuti aturan penulisan yang benar dan tetapkan gaya bahasa yang sesuai dengan topik yang ditulis.

Struktur Essai

Secara garis besar essai terdiri atas empat bagian utama, yaitu:

  1. Pendahuluan: Bagian ini berisi latar belakang topik yang akan ditulis dan tujuan dari essai. Juga menarik perhatian pembaca dengan menyajikan pernyataan thesis atau gagasan utama dari essai.
  2. Tubuh Essai: Bagian ini berisi poin-poin utama yang akan dibahas dan didukung dengan contoh dan bukti yang valid.
  3. Penutup: Bagian ini berisi ringkasan dari poin-poin utama yang telah dibahas dan pandangan atau pendapat pribadi penulis tentang topik yang ditulis.
  4. Daftar Pustaka: Bagian ini berisi sumber yang digunakan dalam penulisan essai.
Baca juga:   Translate dan Proofreading Jurnal Scopus

Note: Struktur tersebut bisa berbeda dari satu jenis essai ke jenis essai yang lain. Misalnya struktur essai ilmiah akan berbeda dari struktur essai sastra. Namun umumnya struktur yang saya sebutkan diatas merupakan struktur yang umum digunakan.

Contoh Essai

Semua pasti akan kesulitan ketika pertama kali membuat essai. Terutama kesulitan menentukan tema dan kesulitan bagaimana mengawali dan memulai menuliskannya. Nah, pada kesempatan kali ini, terdapat salah satu contoh essai.

Semoga contoh ini sedikit banyak memberikan gambaran bagaimana bentuk essai yang baik dan benar.

Sampah menjadi isu Internasional. Selama ini kita hanya berkutat mempermasalahkan isu sampah yang ada di bumi. Mungkin saja tidak sampai berpikiran bahwa ada isu sampah yang juga perlu menjadi perhatian. Yaitu sampah Antariksa.

Kita tahu, kini era dan jamannya teknologi mendominasi kehidupan sehari-hari. Setiap jam, manusia bergantung dengan elektronik dan teknologi canggih. Contoh sederhana, kita selalu berkomunikasi menggunakan internet, dalam ekonomi kita juga bertransaksi menggunakan m-banking, hingga dalam penyimpanan uang di bank-pun juga bergantung dengan teknologi.

Dimana semua aktivitas tersebut membutuhkan satelit di luar angkasa sana. Tanpa sadar, banyaknya satelit yang diterbangkan terjadi sampah antariksa. Belum lagi Negara-negara maju, yang mereka bersaing di bidang teknologi. Maka sudah hal yang biasa mereka menerbangkan satelit ke luar angkasa untuk sebuah misi Negara ataupun misi manusia.

Ketika roket itu diterbangkan angkasa, mereka akan menghasilkan sampah. Satu satelit saja, bisa meninggalkan beberapa sampah, sebelum akhirnya satelit intinya dari material atau badan roket.

Dengan kata lain, isu sampah internasional tingkat tinggi tidak hanya mempermasalah sampah plastik atau sampah yang ada di bumi. Tetapi juga sudah mengalami kecemasan sampah di antariksa. Mungkin sudah banyak orang yang tahu bahwa bumi kita dikelilingi ratusan satelit.

Orbit bumi dikelilingi banyak sekali satelit bekas roket dan pecahan-pecahan lain. Ketika di orbit terlalu banyak sampah, maka risiko terjadinya tabrakan antar satelit semakin besar. Jadi setiap terjadi satu tabrakan, dapat menimbulkan serpihan angkasa yang meningkatkan kemungkinan tabrakan-tabrakan lainya. Terjadinya kasus inilah yang kemudian disebut dengan Sindrom Kessler.

Kepadatan sampah antariksa inilah yang menjadi kekhawatiran bagi misi luar angkasa di masa depan. Di masa depan, tentu jika tidak dibersihkan akan semakin banyak sampah di luar angkasa. Sehingga setiap kali ingin menerbangkan roket, harus dinavigasi melalui koridor sempit yang dikelilingi sampah satelit.

Koordinator ESA, Thomas Reiter menegaskan bahwa sampah yang begitu banyak di orbit akan banyak bertabrakan. Jadi, hampir tidak mungkin menggunakan orbit diketinggian 400 sampai 1200 km. Padahal, sekarang hidup manusia sangat bergantung dengan kerja satelit. Satelit sangat membantu dibanyak bidang, mulai dibidang perekonomian, studi iklim, navigasi pesawat terbang, kemajuan teknologi mesin dan banyak lainnya.

Tidak banyak orang tahu bahwa sampah antariksa menjadi kekhawatiran bagi Negara-negara maju. Karena masa aktif atau usia satelit yang diterbangkan hanya beroperasi selama 7 tahun sampai 10 tahun. Setelah itu, satelit-satelit tersebut harus segera diganti dengan yang baru. Jika tidak diganti dengan satelit baru, akan ketinggalan jaman.

Kemunculan satelit baru inilah yang menjadi isu dan problem baru lagi. Karena akan menambah jumlah sampah antariksa. Maka, para ilmuwan kini sedang berfikir dan mengembangkan cara lain, bagaimana mengurangi sampah. Menurut Thomas Reiter banyak ide brilian yang lahir, tapi tidak ada langkah konkret mengurangi sampah antariksa tersebut.

Maka kini para ilmuwan pun tengah mengembangkan bagaimana cara agar satelit yang tidak lagi beroperasi bisa kembali lagi ke bumi, dengan cara manuver rumit. Sayangnya, setiap satelit yang pulang ke bumi akan terbakar karena gesekan atmosfer dan akhirnya pecah. Tetapi ada struktur bagian dalam yang disebut pitan yang tidak akan hancur, dan biasa nya pitan itu akan jatuh ke bumi.

Meskipun sudah ada upaya, upaya ini belumlah menjadi solusi fundamental. Tetap saja sampah antariksa di luar angkasa masih banyak. Jika dilihat, bumi pun tampak dikelilingi material kecil. Kesimpulannya, ditengah kemudahan teknologi dan kepraktisan hidup manusia, ada dampak negatif yang manusia timbulkan, dimana ini pula yang menjadi tanggungjawab kita bersama. Dan semoga, dengan lahirnya masalah dan isu ini, semakin banyak regenerasi yang lahir memberi solusi.

Dipublikasikan di Tabloid BIAS, Edisi 1, 2019

***

Baca juga:   Contoh Karil UT PGSD

Semoga tulisan ringkas tentang cara membuat essai ini dapat membantu kalian semua untuk lebih memahami sturktur dan tata cara menyusun essai yang benar dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *