Fakta Warna: Apa yang Dimaksud Warna Tersier?

Mahasiswa UT, Fakta Warna: Apa yang Dimaksud Warna Tersier? – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa warna itu terdiri atas dua jenis, yaitu warna primer dan warna sekunder. Tapi tahukah kamu ada jenis warna ketiga, yaitu warna tersier. Jadi apa yang di maksud warna tersier?

Mari kita sama-sama simak pembahasannya.

Apa Saja Warna Primer, Sekunder dan Tersier?

Warna didefinisikan sebagai sensasi atau persepsi yang timbul dari stimulasi retina mata oleh cahaya yang berbeda-beda. Warna merupakan cara di mana mata manusia dapat membedakan antara berbagai sumber cahaya atau objek.

Dalam kehidupan sehari-hari, warna memiliki peran penting baik dalam seni, desain, psikologi, dan bahkan budaya. Warna dapat memengaruhi suasana hati, menyampaikan pesan, dan menarik perhatian. Oleh karena itu, ketika membahas warna, kitta  tidak cukum membahasnya secara ilmiah tetapi juga  aspek lain seperti estetika dan psikologis.

Pernah mencoba mencapur warna? Seperti menggunakan pesil warna atau cat. Ketika dua warna di campurkan akan membentuk warna baru. Nah, warna primer, sekunder, tersier ini adalah jenis warna berdasarkan pencampuran warna.

Berikut penjelasan ketiga warna tersebut.

Warna Primer

Menurut Pundra Rengga Andhita (Komunikasi Visual, 2021), warna primer merupakan warna dasar, utama, dan pokok yang tidak diturunkan dari jenis warna lainnya.

Primer sendiri dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya: yang pertama; yang terutama; yang pokok. Warna primer disebut juga dengan warna utama atau warna asli. Asli disini maksudnya warna primer tidak dapat dibuat dengan mencampurkan warna lain.

Dalam konteks warna, terdapat dua konsep utama: warna primer dalam sistem cahaya (model warna aditif) dan warna primer dalam pencampuran cat atau pigmen (model warna subtractive).

1. Warna Primer dalam Sistem Cahaya (Model Aditif):

Dalam dunia model warna aditif, warna primer memegang peran sentral sebagai palet dasar untuk menciptakan keberagaman warna dengan cara menambahkan cahaya. Sering kali, model ini bergantung pada tiga warna primer utama yang membentuk akronim penuh makna, yaitu merah, hijau, dan biru—secara singkat dikenal sebagai RGB.

Dengan mengombinasikan intensitas yang berbeda dari ketiga warna ini, sebuah spektrum warna yang mencengangkan dapat dihasilkan, membawa kita melalui rentang nuansa yang mencakup keindahan dan kekayaan warna-warna lainnya.

2. Warna Primer dalam Pencampuran Cat atau Pigmen (Model Subtractive):

Dalam dunia artistik pencampuran cat dan pigmen, warna primer menjadi kunci magis yang membuka pintu ke kreativitas tanpa batas. Model warna subtractive, yang sering digunakan dalam seni dan desain, mengandalkan tiga warna primer utama yang membentuk fondasi esensialnya: merah yang mendalam, kuning yang cerah, dan biru yang misterius, disingkat sebagai RYB.

Baca juga:   12 Ide Bisnis di Lingkungan Kampus, Cari Cuan Sepanjang Hari

Begitu tiga kekuatan warna ini bersatu dalam palet artistik, pencampuran ajaib pun dimulai. Hasilnya bukan hanya warna sekunder yang mengagumkan, tapi juga membawa kita ke dalam dunia warna tersier yang penuh kejutan. Seperti alkimia artistik, pencampuran warna primer dalam model subtractive menjadi sentuhan ajaib yang menghasilkan keindahan warna yang tak terduga.

 

Dalam kedua model tersebut, warna primer memainkan peran penting dalam menciptakan berbagai warna. Pemahaman tentang konsep warna primer sangat relevan dalam seni, desain, dan banyak aplikasi lainnya yang melibatkan pengelolaan warna.

Berikut ini yang merupakan warna primer adalah merah, biru dan kuning yang dapat dilihat dalam lingkaran warna primer berikut.

 

Warna Sekunder

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, sekunder/se·kun·der/sekundér/ artinya berkenaan dengan yang kedua atau tingkatan kedua. Alias tidak utama.

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dalam model warna subtractive. Dalam model warna subtractive, tiga warna primer utama adalah merah (red), kuning (yellow), dan biru (blue), yang disingkat sebagai RYB.

warna sekunder terdiri dari warna orange hijau dan ungu

Ketika dua warna primer dicampurkan bersama, mereka menciptakan warna sekunder yang berbeda. Berikut adalah kombinasi warna sekunder yang umum dalam model subtractive:

  1. Orange adalah hasil pencampuran warna kuning dan merah.
  2. Hijau adalah hasil pencampuran warna kuning dan biru, dan
  3. Ungu adalah hasil pencampuran warna  merah dan biru.

Warna sekunder pada dasarnya merupakan hasil dari penggabungan warna primer dalam model subtractive, dan mereka dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan lebih banyak variasi warna dalam seni, desain, dan berbagai konteks kreatif lainnya.

Jadi, apa itu warna sekunder? Seperti yang di sebutkan sebelumnya, warna sekunder adalah warna hasil percampuran dua warna primer dalam model subtractive.

Nah, warna sekunder yang di hasilkan ini tidak selalu sama. Tergantung dari banyak sedikitnya warna yang di campurkan. Jika, kita lebih banyak menggunakan warna merah di banding kuning maka kita akan mendapatkan warna orange kemerahan. Tapi jika kita lebih banyak menggunakan warna kuning dibanding merah, maka warna yang dihasilkan akan lebih ke kuning-orange.

 

Warna Tersier

Mengutip kembali dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tersier artinya yang ketiga. Maka, dapat kita tarik kesimpulan bahwa warna tersier merupakan campuran warna primer (utama) dan sekunder (ketiga) dalam model warna subtractive.

Dalam model subtractive, tiga warna primer utama adalah merah (red), kuning (yellow), dan biru (blue), sedangkan warna sekunder dihasilkan dari pencampuran dua warna primer. Saat warna sekunder kemudian dicampurkan kembali dengan warna primer, menghasilkan warna yang lebih kompleks dan beragam yang disebut sebagai warna tersier.

Sumber: https://thecolorsmeaning.com/tertiary-colors/

Penting untuk dicatat bahwa istilah “tersier” dalam konteks warna biasanya digunakan dalam model warna subtractive, sementara dalam model warna aditif (seperti RGB pada layar komputer), konsep warna tersier mungkin berbeda. Dalam model aditif, warna tersier dapat dihasilkan dari kombinasi tiga warna primer utama (merah, hijau, biru) dengan proporsi yang berbeda.

Baca juga:   5+ Taman Nasional di Indonesia dan Hewan yang Hidup di Dalamnya

Berikut beberapa contoh warna tersier dalam model warna subtractive:

Biru Keunguan

Warna ini muncul ketika biru (warna primer) dicampur dengan ungu (warna sekunder). Biru keunguan memiliki dominasi biru dengan nuansa ungu yang kuat.

Merah Keunguan

Merah keunguan adalah hasil dari pencampuran merah (warna primer) dan ungu (warna sekunder). Warna ini lebih mendekati merah dengan sedikit nuansa ungu yang terlihat.

Merah Oranye

Merah oranye adalah contoh warna tersier yang terbentuk dari campuran merah (warna primer) dan oranye (warna sekunder). Warna ini lebih mendekati merah daripada oranye, tetapi memiliki kecerahan dan semangat yang khas.

Kuning Oranye

Kuning oranye adalah hasil dari pencampuran kuning (warna primer) dan oranye (warna sekunder). Warna ini mendekati oranye dengan sedikit nuansa kuning yang terlihat.

 

Fakta Menarik dari Warna

Sekarang kita akan membahas 10 fakta menarik tentang warna yang mungkin kamu belum tahu.

  1. Manusia dapat membedakan sekitar 10 juta warna yang berbeda. Mata manusia memiliki tiga jenis sel kerucut yang peka terhadap warna, masing-masing merespon terhadap warna merah, hijau, dan biru.
  2. Warna pada cahaya terlihat (seperti pada layar komputer) adalah bagian dari spektrum elektromagnetik yang lebih luas. Warna merah memiliki gelombang yang lebih panjang, sedangkan warna biru memiliki gelombang yang lebih pendek.
  3. Cat berwarna tertua yang ditemukan berasal dari gua di Afrika Selatan dan diperkirakan berusia sekitar 100.000 tahun. Orang gua prasejarah menggunakan pigmen alami seperti tanah dan batu untuk menciptakan warna.
  4. Berbagai bahasa memiliki cara yang berbeda dalam menamai warna. Misalnya, beberapa bahasa mungkin hanya memiliki satu kata untuk merujuk pada berbagai warna yang dianggap “biru” atau “hijau.”
  5. Ilusi warna terkenal seperti ilusi Lilac Chaser mengilustrasikan cara mata kita dapat tertipu. Meskipun elemen warna yang bergerak sebenarnya berwarna abu-abu, mata kita dapat melihat warna lila.
  6. Warna dapat memengaruhi mood dan emosi. Warna-warna cerah seperti kuning dapat meningkatkan semangat dan energi, sedangkan warna biru atau hijau dapat memberikan efek menenangkan. Hal ini biasa di sebut psikologi warna.
  7. Beberapa merek terkenal memilih warna tertentu untuk menciptakan identitas merek mereka. Misalnya, warna merah sering dikaitkan dengan semangat dan keberanian (seperti Coca-Cola), sementara warna biru sering dikaitkan dengan kepercayaan dan kehandalan (seperti IBM).
  8. Terapi warna atau chromotherapy adalah metode alternatif yang menggunakan warna untuk memengaruhi kesehatan dan keadaan emosional. Misalnya, warna biru sering digunakan untuk mengurangi stres.
  9. Pemilihan warna dalam desain toko atau kemasan produk dapat memengaruhi perilaku konsumen. Warna tertentu dapat merangsang hasrat pembelian impulsif atau memberikan kesan produk yang berkualitas.
  10. Beberapa satwa dapat melihat warna dengan cara yang berbeda. Misalnya, anjing hanya dapat melihat warna biru dan kuning, sedangkan manusia dapat melihat lebih banyak warna.

Penutup

Dapat melihat warna merupakan sebuah anugerah yang harus kita syukuri. Warna memberikan kesan hidup di dalam hidup kita karena dapat mengklasifikasikan warna berdasarkan apa yang kita lihat.

Jadi, semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaanmu tentang apa yang dimaksud warna tersier.

Sampai berjumpa lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *